Perusdapapua.com, Jayapura – Sesuai dengan agenda prioritas Pembangunan Bapak Presiden Joko Widodo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Budaya literasi menjadi salah satu indikator dalam Pembangunan revolusi mental kebudayaan. Budaya literasi akan mewujudkan Masyarakat yang berpengetahuan, inovativ dan kreatif. Budaya literasi harus diawali pemahaman tentang definisi literasi yaitu “kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek keilmuan dan/atau keahlian yang bersumber dari bahan bacaan atau akses informasi dan memiliki dan memiliki dampak pada perilaku kreatif dan inovatif untuk memproduksi barang dan jasa yang bermutu yang dapat dipakai untuk memenangkan persaingan global untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat”.
Kegiatan peningkatan kegemaran membaca melalui Duta Baca Berdaya Dengan Buku bertujuan :
- Mendorong Minat Masyarakat untuk membaca dan menulis
- Mempromosikan program dan produk Perpustakaan Nasional maupun Perpustakaan Daerah
- Menyelaraskan program Pemerintah pusat dan daerah khususnya di bidang perpustakaan
- Memperkuat jalinan kerja sama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta mitra terkait
- Menumbuhkan penulis-penulis baru yang diharapkan mampu membantu meningkatkan rasio ketercukupan koleksi bahan bacaan di Indonesia
Tema dari kegiatan ini adalah Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat – Duta Baca Berdaya dengan Buku”
Kegiatan Duta Baca Berdaya Dengan Buku dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas Arsip Dan Perpustakaan Daerah Provinsi Papua. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk jumpa tokoh daerah, kepenulisan artikel popular yang terkait konten lokal/daerah dan bincang-bincang (talkshow) yang menghadirkan beberapa narasumber dengan narasumber utama adalah Duta Baca Indonesia Bpk. Heri Hendrayana Harris (Gol A Gong) dan narasumber lainnya dari Provinsi Papua yaitu :
1. Duta Baca Provinsi Papua (Bpk. Maikel Yerrsisetouw),
2. pegiat literasi Provinsi Papua yang sekaligus pendiri Perpustakaan Kampung Yoboy (Ibu Hani Felle), dan
3. Penulis dan juga motivator muda dari Papua (Bpk. Jose Alvan Ohee)
Kegiatan Duta Baca Berdaya Dengan Buku di ikuti oleh dua ratus (200) orang peserta yang hadir secara onsite, meliputi, Masyarakat umum dan Dinas Perpustakaan Umum, Siswa dan Guru SMA/SMK/MA sederajat dan Pustakawan Sekolah dan Universitas yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen dan Pustakawan Perguruan Tinggi serta dua (20) puluh orang dari perpustakaan umum yang terpilih untuk mengikuti pelatihan kepenulisan. Tempat pelaksanaan kegiatan Duta Baca Berdaya Dengan Buku yaitu aula Lantai.9 Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jalan Soa-Siu Dok Dua Jayapura, Hal ini disampaikan Oleh Plt. Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Papua Achmad Djalali, S.H Dalam laporannya pada saat kegiatan tersebut berlangsung.
Kondisi literasi masyarakat di Bumi Cendrawasih masih jauh dari kata memuaskan. Perlu kampanye masif dari kampung-kampung untuk membangun budaya baca di lingkungan keluarga. Keberadaan duta baca dari kalangan generasi milenial mendesak dibutuhkan sebagai fasilitator yang bersentuhan langsung dengan mayoritas generasi saat ini.
“Nantinya mereka adalah bagian dari generasi Indonesia Emas,” ucap Duta Baca Provinsi Papua Michael Jhon Yarisetouw pada Bincang-Bincang Duta Baca Indonesia di kantor Gubernur Papua, Kamis, (29/2/2024).
Persoalannya saat ini, sebagian besar masyarakat lebih senang menonton daripada membaca. Tayangan audio visual dan media sosial sudah benar-benar memanjakan mata siapa pun.
Berbeda dengan aktivitas membaca yang melibatkan penggunaan indra penglihatan dan saraf – saraf di otak.
“Dalam proses penerimaan informasi, otak akan dituntut untuk fokus terhadap informasi yang sedang dibacanya. Dengan membaca buku, seakan kita bertemu dan berbicara dengan orang yang cerdas,” tambah penulis Jose Alvian Ohei.
Di era saat ini, sangat mudah menjadi orang hebat karena kebanyakan orang memilih untuk gampang menyerah, memilih hidup santai, hingga akhirnya menjadi tidak produktif di tengah kemudahan yang ditawarkan.
Jika seseorang memiliki kebiasaan membaca, maka akan tahu informasi mana yang benar dan tidak. Karena membaca bukan sekedar sebagai hiburan tapi juga melatih kognitif manusia sehingga mampu mempengaruhi perilaku sebelum mengambil tindakan.
“Oleh sebab itu, kebiasaan membaca harus dipupuk sejak dini. Orang tua pun punya peran penting untuk membudayakan perilaku gemar membaca,” ujar Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Elsye Rumbekwan.


Tinggalkan Balasan