, ,

PEMBUKAAN PELATIHAN TRAINING OF TRAINERS (TOT) PUSTAKAWAN PENGGERAK BERBASIS BLENDED LEARNING TAHUN 2024

Avatar admin

Jayapura, 29 April 2024 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan melaksanakan pembukaan Pelatihan Training of Trainers (ToT) Pustakawan Penggerak Berbasis Blended Learning pada tangga 29 April 2024 di Yello Hotel Harmoni Jakarta Pusat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bapak Drs. Nurcahyono, S.S., M.Si. 

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 28 April sampai dengan 1 Mei 2024 dengan jam pelatihan 55 JP. Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan calon pelatih untuk memfasilitasi bimbingan teknis pustakawan penggerak perpustakaan desa/kelurahan/ taman bacaan masyarakat dan meningkatkan kompetensi Pelatih Ahli Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Pelatihan ini dihadiri oleh Tim Penyelenggara Pelatihan, Tim Evaluasi, Tim Penjamin Mutu dan Widyaiswara Pusat Pendidikan dan Pelatihan dengan peserta dari berbagai wilayah. Peserta terdiri dari 99 orang calon Pelatih Ahli yang berasal dari perpustakaan baik tingkat provinsi, kabupaten atau desa dan pegiat literasi serta 90 orang calon Pelatih Ahli yang berasal dari Pelatih Ahli Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Papua Mengirimkan 3 Orang Perwakilan Calon Pelatih Ahli untuk mengikuti Diklat tersebut.

Bapak Nurcahyono memaparkan bahwa mengacu pada Indeks Desa Membangun (IDM) sebanyak 33.929 desa di Indonesia sudah mempunyai perpustakaan desa atau TBM. Perpustakaan desa yang sudah terakreditasi baru 531 perpustakaan. Oleh karena itu, dibutuhkannya pelatih ahli untuk program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dimana program ini dapat mendukung merdeka belajar dan kampus merdeka yang dilakukan dengan peningkatan layanan perpustakaan untuk menghasilkan capaian peningkatan literasi masyarakat yang berkelanjutan dan memberi dampak ke masyarakat.

Selain itu Bapak Nurcahyono juga menyampaikan para pelatih pelatih harus memiliki standar kompetensi kerja nasional Indonesia dimana harus mengerjakan suatu tugas dengan baik dan sesuai dengan yang ditugaskan (task skill), mengorganisasikan tugas agar tugas dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan capaian target (task management skill), mengetahui apa yang harus dilakukan (job role/environment skill), menggunakan kemampuan yang dimilikinya (contingency management skill), dan mampu beradaptasi dengan teknologi yang selalu berkembang (transfer skill) sehingga para pelatih yang sudah mengikuti pelatihan tidak hanya kompeten namun juga kapabel.

Tagged in :

Avatar admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Love